Penguatan Identitas Kampung Wisata Melalui Strategi Branding Berbasis Potensi Lokal di Desa Tambang Ayam Kecamatan Anyar Kabupaten Serang Banten
DOI:
https://doi.org/10.66084/mpkm.v2i01.488Keywords:
Branding Destinasi, Desa Wisata, Potensi Lokal, Sumur KenclongAbstract
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat identitas Taman Wisata Alam Sumur Kenclong, Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten, melalui strategi branding berbasis potensi lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 26 Juli 2025 dalam bentuk penyuluhan dan diskusi kelompok terarah (focus group discussion) dengan melibatkan pengelola wisata, pelaku UMKM, aparat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan karang taruna. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi penyuluhan meliputi konsep dasar branding desa wisata, identifikasi potensi lokal, perumusan nilai unik (unique value proposition), dan strategi promosi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap branding destinasi wisata, kesepakatan nilai unik Sumur Kenclong yang memadukan keindahan alam dan legenda lokal, serta komitmen bersama untuk memulai promosi digital melalui media sosial. Evaluasi kegiatan juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa kolaborasi berkelanjutan antar-pemangku kepentingan dalam pengembangan identitas visual dan produk wisata. Kegiatan ini membuktikan bahwa strategi branding berbasis potensi lokal, jika dilakukan secara partisipatif dan konsisten, dapat menjadi fondasi penguatan daya tarik dan keberlanjutan destinasi wisata.
References
Camat Anyer. (2024, August 4). Tambah wisata alternatif perkuat daya tarik Desa Wisata Tambang Ayam. Tangerang Ekspres. Retrieved July 29, 2025, from https://tangerangekspres.disway.id/read/28261/tambah-wisata-alternatif-perkuat-daya-tarik-desa-wisata-tambang-ayam
Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi. Penerbit Andi.
Hankinson, G. (2015). Rethinking the place branding construct. In M. Kavaratzis, G. Warnaby, & G. J. Ashworth (Eds.), Rethinking place branding: Comprehensive brand development for cities and regions (pp. 13–31). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-12424-7_2
Kavaratzis, M., & Hatch, M. J. (2013). The dynamics of place brands: An identity-based approach to place branding theory. Marketing Theory, 13(1), 69–86. https://doi.org/10.1177/1470593112467268
Pike, S., & Page, S. J. (2014). Destination marketing organizations and destination marketing: A narrative analysis of the literature. Tourism Management, 41, 202–227. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2013.09.009
Prasetya, P. (2025, July 26). Branding kampung wisata melalui optimalisasi sumber daya lokal [Presentation]. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional Desa Wisata Cikoneng & Desa Wisata Tambang Ayam, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten.
Putra, I. N. D., & Pitana, I. G. (2010). Pariwisata berbasis masyarakat: Sebuah pengantar. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 15(1), 1–15.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. PT Pradnya Paramita.









