Evaluasi Kualitas Informasi Kesehatan pada Aplikasi Mobile Health Berbahasa Indonesia Pendekatan Content Analysis berdasarkan Standar WHO Digital Health Guidelines

Authors

  • Andi Setiawan STIKes Bina Husada, Palembang, Indonesia

Keywords:

aplikasi mobile health, content analysis, kualitas informasi, mHealth, standar WHO

Abstract

Penggunaan aplikasi mobile health (mHealth) di Indonesia meningkat pesat sebagai sumber informasi kesehatan, namun kualitas informasinya bervariasi dan berpotensi menyesatkan pengguna jika tidak terkontrol. Evaluasi sistematis terhadap kualitas konten aplikasi mHealth berbahasa Indonesia masih jarang dilakukan. Tujuan: Mengevaluasi kualitas informasi kesehatan pada aplikasi mHealth berbahasa Indonesia berdasarkan lima dimensi standar WHO Digital Health Guidelines: akurasi, kelengkapan, relevansi, keamanan, dan kemudahan penggunaan. Metode: Studi content analysis kuantitatif-kualitatif dilakukan terhadap 60 aplikasi mHealth berbahasa Indonesia yang dipilih dari Google Play Store dan App Store melalui prosedur seleksi bertahap. Rubrik penilaian dikembangkan berdasarkan WHO Digital Health Guidelines (2019, 2021) dengan lima dimensi dan total 15 item, masing-masing dinilai skala 1–4. Dua peninjau independen melakukan penilaian; inter-rater reliability dihitung menggunakan Cohen's kappa. Hasil: Inter-rater reliability menunjukkan kesepakatan kuat (κ = 0,82). Skor kualitas total bervariasi dari 18 hingga 56 (rata-rata = 38,5 dari maksimum 60). Skor rata-rata tertinggi pada dimensi Kemudahan (3,31) dan terendah pada Kelengkapan (2,59) dan Keamanan (2,59). Aplikasi kategori telekonsultasi menunjukkan kualitas tertinggi, sedangkan aplikasi kebugaran-diet menunjukkan kelemahan pada akurasi dan keamanan. Sebanyak 26,7% aplikasi tergolong populer namun berkualitas rendah. Kesimpulan: Kualitas informasi pada aplikasi mHealth berbahasa Indonesia secara umum berada pada level marginal, dengan kelemahan paling konsisten pada aspek kelengkapan dan keamanan. Diperlukan kerangka regulasi yang lebih ketat, peningkatan literasi digital pengguna, serta pengembangan sertifikasi kualitas aplikasi kesehatan.

Downloads

Published

2026-05-16