Faktor Determinan Kepatuhan Pengobatan Hipertensi pada Lansia di Indonesia Sebuah Tinjauan Sistematis Periode 2015–2025

Penulis

  • Sari Indrawati STIKes Karya Husada, Semarang, Indonesia

Kata Kunci:

hipertensi; kepatuhan pengobatan; lansia; tinjauan sistematis; Indonesia

Abstrak

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi pada populasi lansia di Indonesia, dan kepatuhan pengobatan yang rendah menjadi tantangan utama dalam pengendaliannya. Pemetaan komprehensif terhadap determinan kepatuhan diperlukan untuk merumuskan intervensi keperawatan berbasis bukti. Tujuan: Mengidentifikasi, menyintesis, dan memetakan faktor-faktor determinan kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia di Indonesia berdasarkan publikasi periode 2015–2025. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan mengikuti panduan PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada lima basis data (PubMed, ScienceDirect, Scopus, Garuda, dan Google Scholar). Penilaian kualitas menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Sintesis dilakukan secara naratif tematik. Hasil: Sebanyak 32 artikel memenuhi kriteria inklusi dari 1.847 artikel yang teridentifikasi. Determinan diklasifikasikan ke dalam lima domain: (1) sosiodemografi; (2) klinis; (3) psikososial; (4) sistem pelayanan kesehatan; dan (5) pengetahuan dan keyakinan. Dukungan keluarga (n=24/32 studi) dan pengetahuan tentang hipertensi (n=22/32) merupakan determinan paling konsisten. Kesimpulan: Kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia di Indonesia dipengaruhi oleh interaksi kompleks faktor multidimensi. Perawat perlu mengembangkan intervensi holistik berbasis keluarga yang mengintegrasikan edukasi, dukungan psikososial, dan penguatan sistem layanan primer.

Diterbitkan

2026-05-16